Posts

Showing posts from August, 2020

Emosi dan Mimpi

Saya harap kamu selalu bahagia.  Mantra itu kerap saya dengar dalam banyak perayaan, dalam tiap doa yang dirapalkan. Ada yang digaungkan beriringan dengan lilin angka yang ditiup padam, ada pula yang melebur penuh penghayatan pada tangis pukul tiga malam. Namun semuanya mengharapkan muara yang serupa: Kebahagiaan. Sejak saya kecil, yang saya tahu kebahagiaan sudah menjadi bentuk emosi yang dianak-emaskan. Sentosa, euforia, atau apa pun itu bentuknya, menjadi standar yang menormalisasi kehidupan. Segala perasaan di luar itu dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan, perlu dihindari, bahkan harus segera dicari obatnya. Berbeda dengan rasa gembira yang biasa disampaikan secara meluap-luap, seseorang yang bersedih cenderung lebih berhati-hati. Mereka hanya akan berbagi dengan beberapa yang mereka percayai. Tidak jarang pula mereka simpan nestapa itu untuk diri sendiri. “Sebarkan aura positif” sudah menjadi jargon yang dipekikkan di mana-mana. Yang sedih akan mencari cara untuk bahagia, ...