Perjalanan
*** di tengah hiruk pikuk kota mereka sibuk berpikir cara nikmati hidup tutup telinga pada realita demi bahagiakan diri sementara yang lainnya bersunyi dari kehidupan dan membayangkan pemakamannya sendiri seolah terjebak dua opsi dipaksa menjadi dikotomi menyiapkan kehidupan atau menyiapkan kematian? —mega oriska ***