Posts

Showing posts from 2019

Dengar

*** negeri ini penuh ego yang enggan ditandingi paham yang tumbuh tanpa toleransi beda yang kerap menjadi belati anti-feminis melawan anti-patriarki dengar, negeri ini sesak oleh para pengejar satu si aku yang mengaku paling aku keras kepala akan mimpi individu tak peduli raga lain tercekik pilu mereka yang suci datang bertanya Bu, mana sang benar di antara yang benar? dengar sayang, banyak hati merasa langit tinggi negeri ini butuh sosok yang membumi bukan ambisi untuk menggurui namun sudi dalam memuridkan diri —mega oriska *** 

21 November 2019.

Image
terimakasih Tuhan, dunia dan seisinya untuk doa-doa hangat yang sampai di telinga semoga jauh dari ego yang terus mendamba bahagia serta menjadi pribadi yang selalu ikhlas menerima Selamat ulang tahun, Mega Oriska! --- Jakarta, 21 November 2019.

Apa yang Ingin Kau Ajarkan?

Image
Ya Allah, apa yang ingin Kau ajarkan? adalah pertanyaan yang kerap muncul di kepala saya, beberapa bulan terakhir. -- Halo, izinkan saya menyapa lagi ruang bicara yang telah ditinggal lama, tempat saya membebaskan suara kepala yang kian lama terpenjara. Maaf belum sempat menyapa dan meninggalkan karya karna belakangan ini sedang sibuk menata hati sendiri dari runyamnya isi dunia. Tapi sesuai janji saya, kali ini saya mau berbagi cerita dan pembelajaran yang saya dapat dalam perjuangan saya mendapatkan 2 huruf bermakna sebagai gelar di belakang nama. Yup , perjuangan TA yang sarat akan drama dan airmata :""") Dimulai dari pemilihan objek TA di salah satu perusahaan di Bandung sekitar bulan September 2018. Keberjalanan TA 1 di semester 7 memang gak melahirkan banyak cerita, berhubung semester itu juga lagi banyak-banyaknya tubes lain yang menyita porsi perhatian saya. Yang paling melekat dalam ingatan saya adalah saat mengerjakan deadline proposal TA bab 1-3...

Perjalanan

*** di tengah hiruk pikuk kota mereka sibuk berpikir cara nikmati hidup tutup telinga pada realita demi bahagiakan diri sementara yang lainnya bersunyi dari kehidupan dan membayangkan pemakamannya sendiri seolah terjebak dua opsi dipaksa menjadi dikotomi menyiapkan kehidupan atau menyiapkan kematian? —mega oriska ***