Bagaimana Jika
***
bagaimana jika kita salah makna?
membuka pintu tergesa-gesa
menyambut asa dengan sukacita
menafsirkan rasa yang hadir diantara kita
adalah apa yang mereka sebut cinta
bagaimana jika kita salah makna?
bila hilir dari arus cerita bahagia
hanya hati yang terjajah oleh nelangsa
dirasuki renjana pembawa nestapa
bukankah kita sudah cukup dewasa?
mengerti bahwa asmara tidak selalu jadi muara
paham garis batas antara eros dan philia
tidak membalut elegi dengan sebuah romansa fana
apabila sejatinya makna adalah cinta
maka jagalah dia dalam doa
bersama logika yang terus bersikap tegas
dan hati yang tetap memeluk ikhlas
—mega oriska
***
Comments
Post a Comment